DESDM Turunkan Tim Tinjau Kawasan Perairan yang Belum Terjangkau Aliran Listrik di Kecamatan Sungai Menang

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Hendriansyah, ST, MSi menurunkan tim untuk meninjau kawasan yang belum terjangkuan aliran listrik khususnya kawasan perairan di Kecamatana Sungai Menang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)

            Kadis ESDM menjelaskan, tim yang diturunkan bertugas untuk mengumpulkan data dan mengelolah data serta informasi sasaran pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik di daerah terpencil dan pedesaan di Wilayah Provinsi Sumsel.

            ”Tim ini ditugaskan merupakan salah kegiatan guna mendukung program Gubernur Sumsel dalam rangka mempercepat pembangunan jaringan listrik untuk mencapai Rasio Desa Berlistrik 100 % di wilayah Provinsi Sumsel yang mana. Rasio Elektrifikasi (RE) saat ini masih 99,79 %,” jelas Hendriansyah.   

              Tim tersebut dipimpin oleh Kepala Seksi Pengusahaan Ketenagalistrikan Bidang Listrik,  Mulyadi, ST, MSi mengatakan, lokasi atau kawasan yang dijangkau cukup sulit dengan perjalan darat dari Palembang terlebih dahulu menuju ke Desa Nipah Kuning Kecamatan Masuji Lampung setelah itu dilanjutkan dengan perjalan melalui sungai menggunakan speed menuju lokasi Desa Karangsia Kecamatan Tanjung Menang Prov Sumsel.

              “Melalui Lampung  jarak yang ditempuh lebih dekat disbanding dari Palembang ke Desa Karangsia menggunakan jalur Sungai tidak bisa tidak ada jalur darat. Antar desa di tempuh dengan speed,” jelasnya .

              Selanjutnya, jelas Mulyadi, perjalanan antar desa yang ditinjau sebanyak 11 desa yang belum dialiran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dilanjutkan dengan perjalan sungai yang cukup  memakan waktu lama.

              Desa yang ditinjau yakni  Desa Karangsia, Sungai Ceper Laut, Sungai Sibur, Pinang Indah, Gajah Makmur, Sri Gading, Gading Mas, Gading Jaya, Gajah Mukti, Gajah Mulya dan Desa Gajah Mati Laut.            

“Sebagian penduduk di desa tersebut menggunakan penerangan listrik Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) biaya sendiri karena belum terjangkau oleh Perusahaan Listrik Negara,” jelas Mulyadi didampingi anggota tim M. Aidil Akbar dan Ade  Saputra (Inspektur Listrik).

Kasi Ketenagalistrikan ini mengharapkan dengan dengan adanya kegiatan tersebut desa desa terpencil dapat dijankau oleh penerangan dari listrik negara yakni PLN. ”Ini demi pemerataan dan percepatan pembangunan jaringan listrik untuk mencapai Rasio Desa Berlistrik 100 % di wilayah Provinsi Sumatera Selatan,” tegasnya.

Lokasi Desa Karangsia
Bagikan Artikel ini